Monday, May 07, 2007

Eh, Gigi Adik Udah Tumbuh ???

MINGGU tengah malam, sekitar pukul 23.45 WIB, Bu Eri menelepon. Lalu menyebar info heboh. "Ayah, ayah, Adik udah punya gigi lho," katanya. "Hah, Adik udah punya gigi. Masa sih?," kata saya setengah tak percaya. Adik kan baru tiga bulan, masa ada giginya.
"Eh, gak percaya yah? Ini di sebelah kiri bawah agak tengah, sudah ada putih menonjol. Jelas banget itu gigi," kata Bu Eri. Rupanya Bu Eri lagi ngenenin Adik yang malam itu ngajak begadang.
Saya masih tetap tak percaya. Soalnya waktu Kaka Bila juga, giginya baru muncul setelah umur 6 bulan. Saya masih ingat, gigi Kaka yang muncul duluan di bagian tengah. Ada dua lagi. Kalau tertawa, jadi kayak Cepot. Lha ini Adik baru tiga bulan udah ada gigi.
"Ya gak apa-apa sih kalo memang sudah ada giginya. Tapi jangan terlalu sering ngedot, nanti rusak kayak Kaka," kata saya. "Ini juga diupayain enggak banyak ngedot kok," jawab Bu Eri.
Karena penasaran, saya coba cari referensi tentang pertumbuhan gigi bayi. Saya dapat info dari Milis Nakita. Selain Milis Nakita, saya juga ikut di Milis BabyCare. Dari milis saya tahu, normalnya pertumbuhan gigi bayi itu paling cepat dimulai pada umur 6 bulan. Apa si Adik gak normal? Kalau saya pikir, mungkin dia lebih cepat saja. Karena ada pengalaman, bayi yang tumbuh gigi lebih dulu, suka telat bicaranya. Ada juga yang cepat bisa jalan, tapi ngomong belum. Atau bisa jalan, tapi gigi belum muncul. Ya pokoknya begitulah kira-kira. Dan tidak perlu khawatir. Mungkin nanti kalau jadwal ke dokter, sambil ditanyakan ke Dokter Nugi atau Dokter Yoke, dokter langganan Kaka dan Adik.
Kalau omongan medis, gigi yang tumbuh sebelum 6 bulan disebut gigi natal.
Untuk tambah wawasan, saya taruh artikel dari milis Nakita soal pertumbuhan gigi bayi:

MENGATASI PANAS DAN REWEL KALA HENDAK TUMBUH GIGI
Kadang bayi suka rewel, tubuhnya hangat, dan tak nafsu makan gara-gara hendak tumbuh gigi. Walaupun akan hilang dengan sendirinya, tapi ada baiknya orang tua mencoba mengatasinya.
"Kok, kayaknya akhir-akhir ini si Riska agak rewel, makannya susah dan badannya agak hangat. Jangan-jangan dia mau tumbuh gigi." Demikianlah biasanya praduga sebagian ibu-ibu. Namun benarkah semua gejala tadi pertanda hendak tumbuh gigi?
Menurut drg. Taty Z. Cornain, SpKGA, dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, adakalanya memang kala hendak tumbuh gigi, bayi jadi rewel, tubuhnya sumeng/hangat, nafsu makannya berkurang. Namun adakalanya pula tak ada gejala berarti. Dalam arti, aman-aman saja. "Reaksi tersebut tergantung pada daya tahan tubuhnya atau ketahanan daya ambang sakitnya, yang pada tiap bayi berbeda-beda. Jadi, sifatnya individual sekali."
HILANG BEGITU GIGI MUNCUL
Biasanya, kalau daya tahan tubuh si bayi bagus, saat tumbuh gigi tak selalu bereaksi tubuh hangat. Jikapun hangat, mirip gejala awal mau flu. Hanya saja di sini tak disertai gejala flu, semisal bersin atau batuk dan lainnya. Yang justru harus diwaspadai bila suhu tubuhnya antara 38,540 derajat Celcius, perlu dicurigai ada penyakit lain.
Sumeng gara-gara mau tumbuh gigi ini bisa berlangsung kira-kira 1-3 hari. "Tapi tak usah khawatir. Didiamkan saja pun, sumeng-nya akan hilang sendiri," bilang Taty. Hanya saja, tambahnya, umumnya orang tua langsung panik jika tubuh bayinya hangat. "Takut panasnya makin tinggi dan si bayi lantas kejang atau stuip. Sehingga mereka biasanya langsung melakukan tindakan preventif, yaitu diberikan obat penurun panas."
Selain gejala hangat, sudah pasti bayi akan rewel karena ia tak bisa mengeluhkan rasa sakitnya. Rewel yang menyertainya juga paling lama seminggu. Begitu pun dengan perasaan tak enak di mulutnya hingga jadi malas makan atau mengunyah, serta nafsu makan yang berkurang. Biasanya hal ini tak berlangsung terus-menerus. Kalau giginya sudah nongol atau kelihatan sedikit saja, entah 1 atau 2 milimeter, biasanya dampak yang ditimbulkannya, semisal rewel atau tak enak di mulut, pun hilang.
Saat itu, papar Taty, benih gigi akan keluar dari tempatnya di dalam tulang rahang dan sampai akhirnya muncul gigi di gusi. Gusi akan sedikit tampak agak pucat dan agak menonjol dibanding gusi di sebelahnya. Dalam proses keluarnya gigi dari tulang rahang ini, ia akan menembus gusi, sehingga terasa sakit. "Seolah gusi tersebut terkena luka atau sayatan, maka akan terasa sakit." Proses timbulnya gigi dari bawah ke atas ini tak bisa diukur berapa lama. Juga, sampai di mana posisi giginya sebelum menembus gusi hanya bisa dilihat dengan foto rontgen.
TAK MESTI PADA USIA 6 BULAN
Umumnya bayi mulai tumbuh gigi di usia 6-12 bulan, dan sempurnanya sampai usia 24 bulan. Meski ada juga bayi yang tumbuh giginya sebelum usia 6 bulan. "Ini merupakan salah satu bentuk kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi," jelas Taty. Biasanya, yang berupa kelainan ini, begitu lahir si bayi sudah ada giginya, dikenal dengan istilah gigi natal. "Gigi natal ini tumbuh tak tentu, kadang di bagian depan atas, kadang di bagian bawah. Yang jelas, ia jarang tumbuh di bagian belakang. Banyaknya pun hanya satu buah."
Sementara kelainan gigi susu yang tumbuhnya pada bulan pertama setelah kelahiran dikenal dengan gigi neonatal. Seperti halnya gigi natal, pada kelainan gigi neonatal pun belum tentu bayi mengalami gejala sakit tumbuh gigi. "Apalagi ini hanya suatu kelainan bentuk pertumbuhan dan perkembangan gigi saja," terang Taty.
Jadi, Bu-Pak, tak setiap kali tumbuh gigi, bayi akan merasa sakit alias sifatnya sangat variatif. Mungkin ada gigi yang menembus jaringan yang lebih padat dan ada yang tidak. Biasanya kalau menembus jaringan yang padat, dia akan merasakan sakit. Jadi, tergantung kepadatan jaringan yang ditembusnya. Hanya kita tak bisa memastikan bagian mana yang lebih tebal dan yang tidak.
HARUS DIATASI
Jadi, ulas Taty, jika tumbuh gigi pada bayi tak bermasalah, maka didiamkan saja juga tak apa-apa. Hanya kalau bayinya jadi sangat rewel, tampak tak tahan sakit, serta badannya hangat/sumeng, sebaiknya orang tua mencoba mengatasinya dengan memberikan obat penurun panas sebagai pertolongan pertama atau penolong.
Seringkali, bayi yang sakit karena tumbuh gigi dibawa ke dokter anak, bukan ke dokter gigi. Soalnya, terang Taty, jika bayi tubuhnya hangat, orang tua lebih curiga bukan tumbuh gigi, tapi penyakit lainnya seperti panas karena demam berdarah, tifus, dan lainnya."
Namun, walau bukan dokter gigi, dokter anak pun bisa mengetahui apakah si bayi sakit karena tumbuh gigi atau bukan. "Bila suhunya tak terlalu tinggi dan tak ada gejala seperti batuk, pilek, dan lainnya, dokter akan melihat kondisi mulutnya. Jika ada sesuatu pada gusinya, seperti warna gusi yang lebih pucat dan agak menonjol dibanding sisi lainnya, maka diduga hangat tubuhnya berasal dari gigi yang mau tumbuh."
Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan yang mengandung analgesik dan antipiretik sebagai obat-obatan penghilang rasa sakit. Obat-obatan tersebut berada dalam kandungan obat-obat penurun panas. "Barulah kalau ada suatu masalah pada giginya, misal, bengkak sekali dan agak kebiruan karena ada pembuluh darahnya yang terjepit, dirujuk ke dokter gigi."
Sedangkan bila nafsu makannya jadi berkurang, tentu saja tak bisa didiamkan terus. Biar bagaimanapun tetap harus diberikan makanan. Karena masih bayi, tentunya makanan yang diberikan pun tak terlalu keras, tapi yang cair. Kalaupun tumbuhnya sesudah 6 bulan dan ia sudah makan tim, maka berikan makanan yang agak lunak, misal, dengan diblender. "Yang pasti, harus dihindari makanan yang agak keras."

Reaksi Gatal Pada Tumbuh Gigi
"Adakalanya bayi yang akan tumbuh gigi sering menggigit-gigit sesuatu. Apa pun digigitnya. Tak heran bila dot botolnya jadi cepat rusak," bilang Taty. Dengan menggigit-gigit ini, terangnya, sebenarnya dapat merangsang pertumbuhan giginya. Biasanya reaksinya ini karena rasa gatal, bukan rasa sakit.
Mengatasinya bisa dengan diberikan biskuit khusus yang agak keras. Sehingga kalau digigit terus-menerus dan terkena air liur, kuenya jadi hancur dan tertelan, tak membahayakan si bayi. Selain bisa juga dengan mainan plastik berisi air atau mainan yang agak keras dan khusus untuk digigit-gigit yang aman buat bayi.
Dedeh
Pemberian Kalsium
Tak tentunya kapan si bayi tumbuh gigi, bisa 6-12 bulan, maupun kurang dari 6 bulan, menurut Taty, salah satunya tergantung asupan kalsium ibu selagi hamil, yang akan berpengaruh pada ibu dan janinnya. asupan kalsium ini bisa didapat dari susu ataupun vitamin langsung yang dikonsumsi ibu semasa hamil, atau juga bermacam-macam suplemen.
Nah, asupan kalsium yang baik adalah yang campur dengan magnesium, hingga dapat diserap tubuh lebih bagus. "Namun bukan berarti ibu yang rajin mengkonsumsi kalsium akan menjamin bayinya kelak cepat tumbuh gigi, lo. Karena daya serap kalsium pun bersifat individual. Kalau metabolisme tubuh tak bagus, kalsium tak bisa diserap dengan baik." Selain itu, penyerapan kalsium sendiri masih harus terbagi-bagi. Selain untuk pertumbuhan gigi, juga buat pertumbuhan tulang-tulang si bayi.
Jadi, kalaupun bayi tumbuh giginya lama, misal, sebaiknya ibu tak perlu khawatir. "Bisa saja dulu asupan ibunya kurang hingga tak terserap dengan baik. Biasanya dokter memberi si bayi kalsium jika dianggap perlu."

Periode Pertumbuhan Gigi Susu
RAHANG ATAS
TUMBUH
Gigi seri tengah 7,5 bulan
Gigi seri samping 9 bulan
Gigi taring 18 bulan
Gigi geraham pertama 14 bulan
Gigi geraham kedua 24 bulan
RAHANG BAWAH
Gigi seri tengah 6 bulan
Gigi seri samping 7 bulan
Gigi taring 16 bulan
Gigi geraham pertama 12 bulan
Gigi geraham kedua 20 bulan

1 comment:

Yudhis said...

wah kalau si vanya baru bulan kesebelas giginya muncul, itupun satu di kiri atas :D