Wednesday, May 23, 2007

Aa Gym Rampingkan Karyawan DT


Aa Gym lagi mengantar diplomat asing yang berkunjung ke pesantren DT.

PEKAN lalu, saya dapat kiriman berita dari teman reporter di Bandung. Yayasan Daarut Tauhiid (DT) yang dipimpin KH Abdullah Gymnastiar atawa Aa Gym merampingkan jumlah karyawan. Dari semula 300 karyawan, akan dirampingkan hingga 40-80 karyawan saja.
Kalau formalnya, alasannya perampingan itu karena Yayasan DT hendak mengembalikan fungsi pesantren sebagai lembaga pendidikan. Jadi santri dapat mengamalkan ilmunya di luar DT. "Pada prinsipnya kita ingin mengembalikan fungsi pesantren. Pesanten itu kan harus mengalir. Jadi bukan perampingan besar-besaran. Ke depan, hanya akan menjadi 40 sampai 80 karyawan yang digaji oleh Yayasan DT, yang lain harus mengalir Diputus kontak kerja, red)," begitu kata Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Yayasan Daarut Tauhiid, Asep Ridrid.
Namun gosip yang beredar di luar, keputusan Yayasan DT memutus secara administrasi sebagian karyawannya berkaitan dengan poligami yang dilakukan Aa Gym. Hanya saja, Asep membantahnya. Menurut Asep, perampingan karyawan, sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. "Saya pun sangat mungkin kena perampingan, hanya saja yang perlu dipahami perampingan tak ada hubungannya dengan kejadian poligami Aa Gym," lanjut Asep.

Pemutusan hubungan kerja itu diprioritaskan pada karyawan kontrak. Namun, masih memungkinkan juga terjadi pada karyawan tetap. Mereka yang terkena pemutusan keja sebagian karyawan di Yayasan DT di Bandung, Jakarta, Batam dan DPU DT. Karyawan yang diputuskan berhenti akan mengakiri masa kerjanya pada bulan depan.
Dikatakan Asep, sejak Desember 2006 sudah ada 65 karyawan yang tidak bekerja lagi di Yayasan DT. Dari jumlah itu, karena manajeman memberhentikan kontrak dan 16 orang di antaranya mengundurkan diri.
Sebelum bulan Desember tahun lalu, pesantren DT mendapat kunjungan jemaah antara 1.500-5.000 orang per minggu. Namun pada akhir-akhir ini jumlahnya menurun. Tiap minggunya jumlah pengunjung sangat fluktuatif, bisa 100 orang sampai 200 orang.
Penjelasan serupa juga disampaikan Kang Asep Teja, Kepala Humas DPU DT, melalui sms. Kebetulan Kang Teja ini kakak angkatan saya di Jurusan Sejarah Unpad. Dia angkatan 93.
Kata Kang Teja, khusus di DPU (Dompet Peduli Ummat) belum ada yang perampingan. Yang ada adalah tiga orang karyawan yang mengundurkan diri karena pilihannya ingin mandiri, sebulan yang lalu. Mereka tak ada paksaan atau arahan untuk memilih itu melainkan atas kemauan sendiri. Begitu pengakuan Kang Asep Teja.
Tapi benarkah kunjungan jemaah ke DT semakin berkurang gara-gara Aa Gym poligami? Saya kurang paham, karena sudah lama tidak mengaji ke DT. Jauh sebelum berita Aa Gym menikah lagi. Namun saya sempat mendengarkan MQ FM saat Aa Gym berceramah setiap Kamis malam. Sempat terucap dari Aa Gym, soal fenomena penurunan jumlah jemaah yang mengaji ke DT. "Terlihatlah sekarang, siapa yang mengaji karena figur Aa, dan siapa yang mengaji karena ilmu. Ini mengingatkan Aa pada saat awal-awal membangun DT," begitu kurang lebih ungkapan Aa Gym saat itu.
Dari situ memang tersirat, ada benarnya jumlah jemaah Aa Gym berkurang. Dan saya yakin lebih banyak kaum ibu-ibu. Karena sejak Aa Gym mengumumkan dirinya menikah lagi, wah cacian makian datang bagai air bah ke Aa Gym. SMS, surat, atau saat bertemu langsung. Tapi sudahlah, itu sudah guratan jalan hidup Aa Gym harus seperti itu.
Bagi saya, yang penting ilmu. Siapapun yang menyampaikannya, kalau memang itu kebaikan, ambillah. Tapi kalau itu kemungkaran, jangan pernah kau ambil. (*)

No comments: