Saturday, June 16, 2007

Cara Efektif Sembuhkan Pilek Anak

Rambut Adik dibikin kayak Punk. Ini kerjaan Bapak sama Budenya. Adik dipangku Bu Eri, foto diambil waktu di Ciwidey.
SUDAH dua hari ini Adik pilek dan batuk. Untungnya tidak demam. Demamnya sih pernah, minggu lalu. Waktu itu Adik baru disuntik imunisasi DPT. Tapi sehari juga panasnya langsung turun. Nah pilek dan batuk ini yang sekarang menyerang. Kalau batuknya kemungkinan besar menular dari saya. Sudah dua minggu ini, sejak pulang dari Batam, saya batuk-batuk tak karuan. Segala obat sudah dicoba. Ultraflu, Komix, Oskadon flu batuk, Bodrex batuk, sampai Konidin. Semua tak mempan. Tenggorokan masih terus gatal. Dan bisa jadi menular ke Adik.
Sementara pileknya, ini pasti menular dari Kaka Bila. Sudah tahu lagi pilek, Kaka enak saja mencium Adik. Setiap kali dekat, pasti nyosor terus. Seperti biasa, dengan gigi gemeretuk, gemas.
Adik memang sudah minum obat. Alco. Obat batuk tetes rasa anggur, khusus buat balita. Tapi tidak memutus pilek. Lendir terus mengucur dari hidung. Kasihan sekali. Anak sekecil itu harus minum obat, air bening mengucur dari hidung, plus batuk-batuk. Memang rada susah mengobati anak kecil. Soalnya minum obatnya pun susah. Mau rasa angggur kek, rasa apel kek, apalagi rasa pahit, pasti tidak mau. Dimuntahkan lagi.

Sebenarnya ada cara sederhana untuk mengobati pilek. Dan ini selalu saya terapkan setiap kena pilek. Tapi buat bayi empat bulan seperti Adik, memang belum bisa. Sebagai seorang muslim, minimalnya kita berwudhu lima kali sehari. Nah salah satu bagian dari wudhu adalah membersihkan hidung. Membersihkan hidung ini bukan sekadar mengusap bagian luar, tapi juga bagian dalam. Caranya dengan menghirup air. Nah bagian menghirup air dalam-dalam hingga masuk ke tenggorokan ini yang menjadi obat sederhana pilek. Saya yakin, setiap gerakan wudhu, sebagaimana halnya gerakan salat, memiliki makna, arti, dan faedah yang luar biasa. Dan memang terbukti. Rajin menghirup air, membuat pilek cepat sembuh. Konon, ini yang belum diuji secara klinis, air yang dihirup lewat hidung itu menyentuh syaraf-syaraf sinus di hidung. Dan itu yang membuat pilek sembuh. Katanya begitu. Wallahu alam.
Nah untuk bayi semodel Adik, ada pula penyembuhan ala kampung. Kalau bayi tidak mau minum atau susah minum obat, cara ini bisa dicoba. Yaitu dengan menyedot lendir di hidung bayi. Setiap hidungnya mampet atau lendir mengucur sedot saja, lalu buang. Puihhh. Dijamin, rasanya asin, ha ha ha...
Tapi ini memang membantu bayi agar pernapasannya lega kembali. Kasihan kalau melihat Adik tersengal-sengal, karena saluran pernapasan penuh lendir, atau hidungnya mampet. Cara menyedot ini yang paling efektif dan murah. Syaratnya satu: Tidak jijai menyedot lendir ingus. Soalnya pernah juga Bu Eri sampai mau muntah, waktu pertama kali menyedot lendir di hidung Adik. Hi hi hi....
Dan ternyata bukan cuma Adik saja yang mengalami "pengobatan" model begini. Tetangga depan rumah, yang juga punya bayi 6 bulan, melakukan hal yang sama. Waktu pilek dan ingus keluar dari hidung, tanpa sungkan si ibu baui ini langsung menyedot. Lalu membuangnya dengan senang hati. Iyalah, emang siapa yang mau menelannya....(*)

2 comments:

Rocky Marcelli said...

Tks for the info. AKu udah pernah coba ke anakku, Raphael pas umurnya dibawah 1 th, Tapi sampe sekrg dengan sistem sedot hidung, dia trauma klo aku mau bersihkan hidungnya krn mgkn dia pernah merasa kaget waktu aku sedot hidungnya pas pilek, Trus aku juga dapet info dari temen, banyak juga ingus yang keluar dari hidungnya, tp ada cairan yang justru berguna utk hidung ikut keluar..jadi bingung yach..Klo menrt aku, setiap kali pilek, klo gak bener2 menggangu nafasnya, mendingan pake obat aja ya....Tks

Islam said...

Sebenernya si bayi udah punya mekanisme sendiri untuk mengeluarkan lendir dihidungnya, yaitu bersin. Bayiku pasti bersin dan lendirnya keluar smua, dulu pernah si nyedot hidungnya tapi malah kasian si Chechnya...