Wednesday, June 13, 2007

Bandung Still Cool

Nun di sana, Gunung Tangkubanparahu, terlihat juga walau kecil, pucuk Gedung Sate. Foto diambil dari lantai atas Be Mall Naripan Bandung.
PERTENGAHAN Juni. Cuaca Bandung di siang hari rasanya panas menyengat. Mungkin sudah masuk musim kemarau. Karena sudah dua minggu ini, saya tidak pernah merasakan hujan turun sedikitpun. Berdasar informasi BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika), suhu maksimum Bandung mencapai 30 derajat Celcius.
Pantesan, puannnaas bo. Terlebih Bandung memang sudah tidak seteduh, serindang dulu. Itu sudah bukan cerita lagi. Karena mereka yang pernah merasakan cuaca Bandung tahun 80-an, pasti tahu perbedaannya dengan zaman kiwari.
Tapi jangan salah, kalau malam hari udara Bandung dan sekitarnya, termasuk Cimahi, terasa menggigit sampai ke tulang sumsum. Apalagi kalau Subuh, jangan ditanya lagi gimana dinginnya. Inginnya terus dibalut selimut. Malas bangun dan menyentuh air, karena airnya terasa seperti es.
Saat ini tercatat suhu minimum Bandung antara 17-18 derajat Celcius. Cuaca dingin juga ditambah dengan hembusan angin yang cukup keras. Di Bandung saja sudah dingin, bagaimana di Lembang, Ciwidey atau Pangalengan? Pasti lebih menggigil lagi. Karena daerah-daerah itu lebih tinggi dari Bandung. Apalagi Pangalengan. Pengalaman saya, rata-rata suhu terendah di Pangalengan adalah 10 derajat Celcius. Alamak kayak di Kanada atau Eropa kali yah. Makanya Pangalengan sering dijadikan tempat aklimatisasi, terutama atlet, yang akan bertanding di Eropa atau Amerika.

Beruntung juga kalau Bandung masih terasa dingin atau sejuk. Karena sebenarnya Bandung sudah tak senyaman dulu. Pohon-pohon banyak yang tumbang. Kerindangan jadi berkurang. Tak heran kalau Wali Kotanya rajin membuat taman-taman kota dan hutan kota. Katanya untuk mengembalikan suasana Bandung yang adem, rindang, hijau, teduh, segar gar gar...
Sebagai warga Bandung Coret alias di pinggiran luar sana Bandung (weh jauh amat), saya merasakan tersiksa kalau sedang meluncur menuju Bandung. Ditemani motor setia, Honda Supra X 2003, sepanjang jalan yang terasa adalah panas. Kalau tidak memakai syal, wah muka ini kayaknya sudah gosong. Begitu sampai ke kantor, biasanya cuci muka dan menepuk-nepuk kulit muka biar segar dan dingin...Atau masuk ke ruang IT yang ber-AC. Adem, adem, adem....ahh segarnya. (*)

No comments: