Saturday, July 21, 2007

Asyiknya Main Bola di UPI


TRIBUN FC pernah main di sejumlah lapang di Kota Bandung. Stadion Persib, Sabuga ITB, Lapang Batununggal, Lapangan Lodaya, Lapangan Tegallega, Lap Brigif 15 Cimahi, Lap Palber Dayeuhkolot, Lap STT Telkom, Lap Tugu Lembang, Lap JM&Martin di Cihanjuang, dan tentu saja Lapang Kavaleri Jalan Ciremai, sebagai basecamp Tribun FC. Hanya Stadion Siliwangi Bandung dan Stadion Jalak Harupat di Soreang yang belum diinjak. Tinggal tunggu waktu saja. Pernah akan bertanding di Stadion Siliwangi, tapi lawannya membatalkan. Lalu di Jalak Harupat, sedang menunggu lobi-lobi politik kelas tinggi.
Nah Jumat 20 Juli kemarin, Tribun berkesempatan mencicipi empuknya Lapangan Kampus UPI Setiabudi. Selama melanglang ke beberapa lapangan, semua berkomentar inilah lapangan terbaik. Lapangannya rata banget, seakan bola dengan dengan badan kita. Tanahnya empuk, rumputnya pun tipis. Dan bersih.
Tak heran, Persib Bandung pun suka latihan di sini. Harga sewanya Rp 750 ribu per 2 jam. Itu sama dengan sewa tiga bulan Lapangan Kavaleri, ha ha ha... Karena perawatannya apik, Persib pun pernah diusir saat latihan turun hujan. Keapikan rumput benar-benar dijaga. Tak ada yang boleh main saat hujan turun.

Di pinggir lapangan ada trek buat lari. Lumayan lebar, sama untuk lintasan atletik di Siliwangi. Lalu ada satu Tribun di sebelah barat. Ya, penonton hanya bisa menonton dari tribun ini. Tidak ada tempat lain. Sementara di pinggir trek joging, ada 4 tempat bangku cadangan atau bench.
Kenapa Tribun FC bisa main di Lap UPI? Ini bermula bulan lalu, saat Gani, fotografer Tribun, bilang pada saya, kalau pengelola Lap UPI ingin main dengan wartawan. "Gimana kalau dengan Tribun?" tanya Gani. "Boleh, boleh, sok diantos," kata Nunu, pengelola Lapangan UPI.
Nah dari Gani-lah info itu meluncur dan langsung saya sambar. Saya kontak Kang Nunu dan minta jadwal tanding persahabatan. Dia pun oke. Semula mau bertanding 30 Juni, tapi diundur. Lalu tanggal 6 Juli, juga diundur, karena ada lapangan dipakai untuk Kompetisi Suratin Jabar. Akhirnya setelah Suratin beres, kita diberi jadwal tanding Jumat 20 Juli jam 08.00.
Awalnya saya riskan, khawatir teman-teman banyak yang tidak hadir. Karena itu hari kerja. Makanya saya pesan pada teman-teman yang bisa hadir untuk bawa teman lagi, jaga-jaga kalau pemain kurang. Apalagi UPI minta dua tim yang main. Walah, satu tim aja belum tentu ada, Kang...
Saat teng tanding, ternyata banyak juga yang datang. Dan di Lapangan UPI itu pula saya untuk pertama kalinya bertemu muka dengan Kang Nunu. Selama ini, kami hanya kenal di telepon. Waktu masuk lapangan, ada seorang bapak, masih muda sih, sebaya dengan saya, sedang berdiri. Pake kemeja dan jaket, lalu bawa tas. Saya langusng tembak saja. "Kang Nunu yah?". Ternyata lelaki itu pun mempunyai feeling yang sama. "Kang Mahmud yah," tanya dia. Kita pun berjabat tangan sambil tertawa. "Wah ketemu juga kita. Sebelumnya cuma ditelepon saja kita kenal. Ya ini mah cari keringat saja. Kita di sini tak pernah latihan tapi punya lapangan," tutur Kang Nunu.
"Nuhun Kang, kita yang harus berterima kasih. Kalau Tribun itu sebaliknya, ingin latihan tapi gak punya lapangan," kata saya sambil tertawa.
Tribun pun bermain melawan PS Karyawan UPI. Menang kalah tak jadi soal, yang penting silaturahmi sudah terjalin, lain waktu kita bisa main di sini lagi. GRATIS... Dan untuk tandang kali ini, Tribun FC harus mengakui keunggulan tim tuan rumah 3-5, setelah melewati pertandingan yang melelahkan. Walau kalah, kita tetap ceria dan bersenang-senang, karena bisa juga main di Lapangan UPI ini. Kapan lagi yah kita main di sini...? (*)

1 comment:

Arbi Tentur said...

Kang boleh minta diemailkan List Contact Person+harga buat Sewa lapangan Sepak bola yang disebutin di atas??

Hatur Nuhun,...