Saturday, April 26, 2008

Waktu Bersama

BAGI kami, saya dan Bu Eri, waktu luang sehari penuh berkumpul bersama anak-anak ibarat mencari air di padang pasir. Sulit, dan seperti fatamorgana. Kesibukan kerja membuat keinginan berkumpul itu sekadar mimpi di siang bolong. Selama ini, jam bertemu dengan anak-anak bisa dihitung dengan jari. Bisa jadi tak lebih dari tiga jam per hari. Selebihnya, habis untuk bekerja dan istirahat.

Bisa saja, kami berkumpul full time dengan anak, kalau mengambil cuti. Tapi saat ini tak memungkinkan. Tahun ini, saya baru punya jatah cuti empat hari, setelah empat bulan bekerja. Ya, sistem cuti di Tribun memang begitu. Karyawan akan mendapat 1 hari cuti setelah sebulan bekerja. Sayang kalau sekarang diambil. Siapa tahu, Lebaran nanti punya rezeki dan bisa mudik lagi ke Magelang, baru saya pakai jatah cuti.

Namun kalau disiasati ternyata bisa juga kami berkumpul dengan anak-anak. Awalnya dari Bu Eri yang punya jatah libur empat hari, mulai Kamis hingga Minggu. Ini jatah rapel libur setelah ikut roadshow kampanye Pilgub kemarin. Sedangkan saya, punya jatah libur reguler pada hari Jumat. Jadi ada satu hari kami bisa bertemu "habis-habisan".

Karena waktu sudah mepet, akhirnya kami putuskan untuk berlibur sehari ke Cipanas, Garut. Ini benar-benar mepet. Pesan mobil rental pun malam-malam. Untung tak sulit, karena Bu Eri langsung menghubungi 888 Car Jaya, rental yang dulu kami pakai saat mudik ke Magelang. Beruntung pula, Pak Asep lagi yang siap mengantar kami ke Cipanas.

Lalu Bu Eri pun membooking bungalow di Sumber Alam Cipanas. Untung lagi, masih ada yang kosong. Karena biasanya, jelang week end, selalu penuh. Memang tempatnya tidak di depan kolam renang, tapi sebelah timur. Namun justru, tidak perlu pakai jalan memutar kalau ingin berenang di kolam air panas.

Hanya saya, Bu Eri, Kaka Bila, dan Adik Mira, yang ikut ke Cipanas. Ini benar-benar liburan keluarga. Mbah Uti dan penghuni rumah lainnya, tidak diajak. Bukan apa-apa, kalau ikut, mesti booking tempat tambahan lagi. Itu berarti nambah biaya lagi. Padahal, bujet ke Cipanas pun pas-pasan.

Selain itu, kami sengaja tidak membawa serta Mbah dll, supaya mereka "terbebas" dari keriuhan Kaka dan Adik. Ya, karena hari-hari biasa, Mbah Uti, Teteh, dan Bude Ani yang sibuk mengurus dua kurcaci itu. Biar kami pun merasakan, bagaimana sulitnya mengasuh dua anak sekaligus.

Ternyata memang benar, kami kepayahan membawa dua anak ini. "Halah, malah jadi stres ini mah," komentar Bu Eri. Tapi tak mengapa, ini pembelajaran bagi kami. Tak mungkin selamanya, kami menitipkan pengasuhan anak pada nenek mereka, bude, atau pembantu. Suatu saat, kami yang harus menangani mereka sendirian.

Singkat cerita, Jumat 25 April, pukul 09.00, Pak Asep sudah siap dengan Avanza biru telur asinnya. Rupanya ini mobil baru. Dulu Pak Asep bawa Avanza warna hitam. "Yang itu lagi kasus, digadaikan sama orang yang menyewa," kata Pak Asep. Walah, rupanya sekarang memang lagi marak kasus penipuan yang menimpa rental-rental mobil.

Perjalanan ke Cipanas, kami tempuh selama dua jam lebih sedikit. Ini karena di jalan, kami banyak berhenti. Karena mendadak, banyak barang yang lupa dibawa. Lupa bawa minumlah, cemilanlah, dan kawan-kawannya.

Sebelum Jumatan, kami tiba di Sumber Alam. Seusai solat Jumat, kami segera ke RM Cibiuk, di dekat pertigaan jalan masuk Cipanas, untuk makan siang. Dari situ, kami meluncur ke Garut Kota. Putar-putar menikmati suasana Kota Dodol itu sambil mencari oleh-oleh. Ya oleh-olehnya Dodol juga.

Sore hari, saya dan Kaka Bila berenang di kolam besar. Bu Eri tak ikut, karena menjaga adik yang lagi tidur. Jelang magrib, kami berendam bersama di bak mandi besar di dalam bungalow. Berempat merenda kebersamaan.

Malam hari, kami ke Garut Kota lagi, mencari makanan. Entah kenapa, mungkin karena ibunya ada seharinya, Adik cengengnya minta ampun. Ogoan, kata orang Sunda. Sedikit sedikit, ngeeekkk..nangis. Lihat Kaka pegang ibunya, langsung ngambek. Kaka makan cokelat, Adik ingin. Weleh, ternyata begini nih adat anakku yang satu ini..

Sayang waktu bersama ini sangat singkat. Sabtu pagi jam 7 kami harus sudah check out dari Sumber Alam. Ini karena jatah mobil rental itu hanya sampai jam 09.00 atau 24 jam. Penyebab utama singkatnya waktu ini, tentu karena saya. Saya tidak punya jatah libur lebih panjang. Karena Sabtu siang sudah harus masuk kantor lagi. Berjibaku lagi, berjihad lagi, untuk keluarga.

Tak mengapa, yang penting semua merasa senang. Waktu berkumpul dengan keluarga memang sangat berharga. Karena itu, berbahagialah mereka yang setiap hari bisa berkumpul bersama keluarga secara lengkap. Orangtua ada, anak ada. Karena kami jarang menemui hal itu. Manfaatkan semaksimal mungkin kesempatan itu.

Sayangnya, saya tak menjepret sekalipun momen saat kami berempat kumpul. Kebanyakan foto Kaka dan Adik juga Bu Eri. Saya sama sekali tak pernah terekam dalam kamera. Nasib. (*)

2 comments:

widya said...

nice blog ...
salam kenal dari kru Perspektif Wimar dari Jakarta

Widya & Rizka

KELUARGA MAC said...

Salam kenal juga Mbak Widya dan Rizka. Senang bisa berkenalan dengan kru Perspektifnya Pak Wimar yang saya kagumi. Tahun lalu,saat tugas di Batam, saya yang mengelola Perspektif Wimar setiap hari Senin. Thanks