Saturday, January 24, 2009

My Home Metamorphosis (10): Colourfull

TERNYATA tidak mudah mengecat rumah. Bukan masalah mengecatnya, tapi menentukan warna. Setiap orang memiliki selera dan keinginan yang berbeda. Tak heran, untuk menentukan warna rumah, kami pun butuh waktu agak lama. Kami sampai membeli buku-buku tips tentang rumah dan warna. Entah itu tentang warna monokromatik, warna dasar, warna campuran, dan sebagainya.


Akhirnya setelah diskusi panjang lebar, saya dan Bu Eri sepakat untuk memberi warna abu asap pada dinding tembok di lantai 2. Proses mendapatkan warna itu juga tidak mudah. Setelah melihat ke tukang cat, baru terlihat ada warna abu asap. Untuk kamar Kaka, sudah dipastikan sejak awal, warnanya adalah pink gradasi ungu. Sementara kamar utama, dicat sesuai dengan keinginan Bu Eri, oranye. Lalu untuk ruang tamu, saya memberi ide untuk melabur dengan warna hijau tosca. Warna ini terilhami dari warna vacum cleaner, hadiah dari Mitra 10. Untuk ruangan lain di lantai bawah, tetap menggunakan warna abu asap hanya dicampur dengan warna putih dengan perbandingan 2:1.

Sementara warna eksterior, diputuskan warna oranye supaya lebih ngejreng dan eyecatching. Ada pulasan warna hitam di depan, yaitu di arsiran batu alam (sebenarnya bukan batu alam, tapi semen yang diarsir bergaris horizontal dan vertikal), sehingga tampilan muka lebih kontras.


Karena bujet tak cukup, saya membeli cat di toko cat kiloan di daerah Utama, Cimahi Selatan. Soal harga memang jauh lebih murah. Jika 1 pile cat Sanlex biasa bisa seharga Rp 245 ribu, di toko cat kiloan cukup Rp 80 ribu atau Rp 100 ribu plus pengawet.

Memang hasilnya untung-untungan. Kalau yang bagus, ya warnanya tidak pudar. Tapi yang jelek, dalam beberapa minggu pasti pudar. Dan itu terjadi. Warna kamar tidur utama di lantai atas mulai memudar, dari warna oranye menjadi oranye muda dan kuning. Dinding tembok jadi penuh bercak warna-warni. Warna lainnya di ruangan yang lain masih bertahan. Mulai terlihat tanda-tanda memudar. Mudah-mudahan saja begitu.

Masih ada beberapa bagian dari rumah yang belum selesai. Dua pilar di balkon atas dan bawah belum dipasangi batu alam. Lalu koridor penyambung dengan rumah lama juga belum diberi paving block. Tak apa, toh ini proyek tiga tahun. Ini kan baru 7 bulan.(*)