Monday, December 22, 2008

Sakit

MINGGU lalu, saya harus off dari kantor karena diserang penyakit tak karuan. Awalnya demam tinggi, kemudian nyeri tulang di bagian kaki, lutut, dan tangan. Wuih, sakitnya minta ampun. Soal sakit tulang, sebetulnya sudah sering. Tapi tidak sesakit minggu lalu.

Tadinya saya malas pergi berobat ke dokter. Memang saya orang yang tidak terlalu dokterminded, sakit sedikit ke berobat. Bagi saya, selama masih bisa jalan, bisa ngetik, bisa mikir, tidak usah ke dokter, tidak perlu off dari kantor. Cukup minum obat warung juga sembuh. Tapi karena didesak terus sama Bu Eri, yah akhirnya nyerah. Dua hari izin tidak ke kantor dulu.

Ada anggapan orang, sakit itu musibah. Padahal sejatinya, sakit itu adalah berkah. Sakit itu adalah tanda kasih sayang Allah. Dengan sakit itu pula, dosa-dosa kecil seseorang bisa berguguran. Makanya, saat sedang ditimpa sakit apapun, harusnya yang keluar dari mulut itu adalah zikir kepada Allah. Sebagai balasan dari kita atas kasih sayang Allah. Dan saat sakit itulah kita selalu merasa kecil, tak berdaya. Semula segar bugar, lalu sekejap lemah lunglai.

Jadi sesungguhnya, sakit itu hal yang harus disyukuri. Karena kita masih disayang Allah. Jangan risau jika sedang sakit, perbanyak saja zikir. Jikapun saat sakit itu adalah saat terakhir kita menghirup napas, bersyukurlah karena kita tergolong syahid. Sakit memang bukan hal yang harus dihindari, apalagi ditakuti. Senang saja lah, toh bisa istirahat dua hari di rumah.(*)