Saturday, March 14, 2009

Ultah Friday: Kali Ini yang Kedua


HARI kemarin, Jumat 13 Maret 2009. Adalah ulang tahun Friday untuk kedua kalinya di tahun 2009. Yang pertama bulan Februari lalu. Setiap tanggal 13 yang jatuh pada hari Jumat, itulah hari ulang tahun Friday. Tahun ini ada tiga kali tanggal 13 yang jatuh pada hari Jumat. Jadi 13 November nanti, Friday akan berulang tahun lagi.

Siapa dan apa Friday, baca di sini. Tulisan itu memang belum selesai, tapi bisa menjelaskan akar Friday. Saat ini sahabat Friday sudah tersebar di mana-mana. Terakhir kami berkumpul, di rumah saya, akhir Januari lalu. Saat itu digelar sawala untuk membahas masa depan Friday. Masa depan dalam artian bisnis. Friday ingin kembali berbisnis. Tentu sebagai bekal dan pegangan di masa yang akan datang. Dari beberapa gelintir anak-anak Friday, hanya seorang yang menjadi PNS. Ya, hanya Dadan Achmad Muharam, kini jadi Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur. Sisanya: pegawai swasta, wirausaha, dll.

Sebenarnya bisnis bukan barang baru bagi kami. Dulu saat masih berkumpul di markas Sangkuriang 26, kami berbisnis kecil-kecilan. Mulai membuat sablon, desain dan layout buku, sampai agribisnis Jamur Shitake. Tapi berhubung tidak fokus, semua bisnis itu memudar. Masing-masing personal masih memikirkan bagaimana masa depannya sendiri. Tapi kini situasi dan kondisi berbeda. Semuanya sudah bekerja, dan mungkin punya simpanan untuk modal usaha.

Kami akan mulai dengan bisnis kecil dulu. Apapun itu. Kata Andesa, yang penting ada tempat untuk berkumpul, untuk pulang ke Cimahi. Karena pemikiran sudah sepaham, tinggal action. Minggu-minggu lalu, saya survei cari tempat di seputaran Cimahi. Belum ada yang cocok.

Beberapa hari lalu, Mulya Kuya telepon. Dia sekarang di Palembang, pindah dari Kalbe Farma Pematangsiantar. "Ripuh, karier tidak naik, minta pindah ke Jawa gak dikasih terus, pindah saja ke kompetitor," cerita Kuya pagi itu.

Saya pun menceritakan perkembangan terakhir soal bisnis itu. Dia setuju dan siap mendukung. "Kalau bisnis sendiri mah lebih senang ke hati," cetus Kuya. Saya pun membenarkan dan mohon doa supaya bisnis itu bisa terwujud, setidaknya di tahun ini. Soal modal, kata saya, sementara ini tidak usah khawatir. Dore siap mengucurkan dana, karena dia punya penghasilan 1/4 miliar setahun sebagai komisaris di sebuah perusahaan. Jadi tinggal mengajukan proposal, bisnis bisa jalan. Semoga.(*)