Friday, February 14, 2014

Beragam Kisah tentang Gunung Bohong (Seri Sejarah Cimahi)

FOTO di atas ini Gunung Bohong di tahun 1895. Tidak diketahui dari arah mana foto ini diambil. Mungkin dari arah Contong, atau dari Tipar. Bagaimanakah gunung atau bukit ini bisa dinamakan Gunung Bohong? Tidak ada kisah, cerita, sasakala, asal usul, atau toponomi Gunung Bohong yang jelas.

Ada yang bilang, disebut Gunung Bohong karena bukit itu membentuk gunung seperti pada umumnya, namun berukuran kecil, sehingga diberi nama Gunung Bohong alias bukan gunung tapi bukit.

Ada pula yang bercerita bahwa Gunung Bohong ini berkaitan dengan kisah Sangkuriang. Syahdan, ketika Dayang Sumbi ditinggal pergi anaknya, Sangkuriang, yang diusirnya, rupanya ia merasa rindu. Dayang Sumbi lalu memutuskan untuk mencari Sangkuriang. Ia berjalan ke arah timur lalu berjumpa dengan Raja Jin di Gunung Halimun.

Setelah belajar bermacam-macam ilmu, Dayang Sumbi disuruh Raja Jin untuk berangkat ke daerah sebelah barat, hingga akhirnya ia menemukan sebuah tempat yang dinamakan Gunung Bohong. Di bukit kecil inilah, Dayang Sumbi menetap dan merasa betah. Konon, di Gunung inipula, Sangkuriang yang juga berkelana, akhirnya bertemu dengan Dayang Sumbi. Tapi dalam kisah ini juga tidak disebutkan asal-usul nama Gunung Bohong. Tiba-tiba saja, sudah ada daerah bernama Gunung Bohong. 

Hasil penelusuran saya dari sejumlah sumber Belanda, ada sebuah cerita yang mungkin bisa menjelaskan nama Gunung Bohong. Cerita ini dituliskan oleh Rudy Doornbos. Rudy adalah orang Belanda kelahiran Cimahi tahun 1925. Ayahnya, Peter Doornbos adalah perwira muda lulusan Koninkijke Militaire Akademie, Breda, yang ditugaskan ke Indonesia. Peter bertemu dengan Yvonne, lalu menikah di Bogor. 

Selanjutnya, Peter bertugas di Cimahi. Di kota garnisun inilah Rudy dilahirkan. Keluarga Doornbos tinggal di Wilhelmina Park no 27. Wilhelmina Park ini sekarang menjadi Taman Gajah Mada. Sepertinya di komplek kecil itulah, keluarga Doornbos tinggal. Saat umurnya 7 tahun, Rudy mendapat hadiah sepeda dari ayahnya. 

Nah dengan sepeda itulah, Rudy bersama teman-temannya main ke Gunung Bohong. Rudy sering bertanya-tanya kepada pembantunya di rumah, mengapa gunung itu disebut Lying Mountain? Ternyata jawabannya terdapat di puncak Gunung Bohong. Gunung ini punya tiga puncak. Tinggi masing-masing puncak, hanya beda selisih sedikit. Sehingga ketika seseorang mendaki Gunung ini dan menganggap telah sampai di puncaknya, ternyata masih ada puncak di depannya. Kemudian ketika dia mencapai puncak kedua, ternyata, masih ada lagi puncak di depannya!. 

Bisa dibayangkan, bagaimana Gunung ini telah "membohongi" para pendaki. Dikira sudah mencapai puncak tertinggi, ternyata belum. Dari puncak yang paling tinggi itulah, Rudy bisa menyaksikan pemandangan Cimahi. Begitulah secuil informasi yang dituliskan Rudy Doornbos, tentang asal usul Gunung Bohong atau istilah dia, Lying Mountain. Ternyata begitu yah, beragam kisah, cerita, sasakala, tentang Gunung Bohong ini. Bagaimana kebenarannya, belum ada yang tahu. Wallahu a'lam bishshawab...

No comments: